Industri Vulkanisir Ban

Vulkanisir ban

Vulkanisir ban yaitu ban yang sudah aus digunakan kembali dengan cara empebaiki bagian permukaannya / telapaknya.
Vulkanisir terbagi menjadi dua, yaitu  :
     a)      Vulkanisir panas; dengan cara pelarutan  sisa ban dengan disemprot lem khusus,     
           digulung dan dilapisi kompon.
     b)      Vulkanisir dingin; dengan cara telapak yang gundul hasil pelarutan, terlebih dulu 
           dilapisi kompon (lem).
Bahan baku vulkanisir ban yaitu paduan karet alam dengan karet sintetis dan bahan –bahan aditif lainnya

Industri Bahan Baku Pemberantas Hama/Pestisisa(Bahan Aktif)

Pestisida

Yaitu senyawa kimia yang mempunyai efek pestisida. Salah satu contohnya yaitu carbofuron yang merupakan afraktan penarik serangga sehingga para petani dapat menariknya dengan perangkap.
Pestisida terdiri dari unsur Higrogen, Carbon, Oksigen, Nitrogen Fosfor, dll
Jenis-jenis pestisida yaitu :
     1.       Insektisida
     2.       Herbisida
     3.       Fungisida
     4.       Rodentisida
     5.       Akarisida  
     6.       Bakterisida
     7.       Larvasida


Bahan pembuatan pestisida yaitu glifosat banyak digunakan untuk produksi herbisida/pembasmi rumput & gulma pada perkebunan.

Industri Barang-barang dari Karet untuk Keperluan Rumah Tangga

Bahan karet untuk keperluan rumah tangga

Karet polimer hisrikarbon yang terbentuk dari emulsi kesusuan atau yang biasa disebut dengan lateks yang diperoleh dari getah beberapa jenis tumbuhan karet tapi juga terdapat diproduksi secara sinetis.
Produksi karet rumah tangga dibedakan menadi dua tipe, yaitu :
     1.       Tipe busa fleksibel, terdapat pada busa mobil,kasur dan bantal.
    2.       Tipe busa kaku, terdapat pada bangunan kulkas, freezer, kendaraan transportasi yang berpendingin.

Industri Pupuk

Adalah material yang  ditambahkan pada media tanam untuk mencukupi kebutuhan hara agar dapat memproduksi dengan baik. Pertama kali produksi pupuk menggunakan sisa-sisa dari makhluk hidup seperti kotoran hewan dan tumbuhan-tumbuhan yang telah membusuk. Dan ini terbukti, karena berdasarkn fakta mikroorganisme lebih suka pupuk kompos karena lebih optimal dalam penetralan pH, lebih mudah menyerap nutrisi dalam tanah dan lebih menyehatkan tanaman. Namun, saat ini petani lebih suka menggunakan pupuk kimia dari pada kompos. Karena pupuk kimia lebih banyak mengandung unsut hara dan nutrisi, tapi dampaknya pupuk ini dapat menghasilkan radikal bebas penyebab pencemaran

Industri keramik

Industri keramik banyak diaplikasikan pada seni tembikar atau peralatan tanah liat dari bahan lunak dari alam dikeraskan dengan pemanas. Termasuk senyawa logam.
Bahan baku utama keramik adalah lempeng & pasir
Bahan Keramik dibedakan menjadi dua yaitu,
1.     Keramik tradisional
2.     Keramik Industri

Industri Karet Buatan

Industri karet buatan sintetis
Biasanya terbuat dari bahan baku minyak bumi.
Berdasarkan jenisnya dikenal dengan SBR yaitu bahan karet yang mempunyai ketahanan kisis yang baik dan tahan terhadap kalor.
Cara produksi industri karet buatan sintetis, tahapannya yaitu
Polimerisasi => Isolation => Compounding (mixing) =>Extusion / Forming => Moulding => flash removal => Post Curing => Finish inspection => Cleaning => Packaging.

Indutri kaca

Kaca yaitu gabungan dari berbagai oksida yang dihasilkan dari dekomposisi dan peleburan senyawa alkali dan alkali tanah ,
Bahan pembuatnya dibedakan menjadi bahan baku dan bahan tambahan.
Proses produksi pada industri kaca, tahapannya yaitu
Peleburan => Pencetakan =>Pengangaian (mengurangi regangan-regangan dalam kaca => Penyelesaian => pengepakan =>Pemasaran .

BARANG DARI KARET UNTUK KEPERLUAN INDUSTRI

Kelompok Industri Hulu
1.Bokar (bahan olahan karet)
2.Kayu karet

›Kelompok Industri Antara 
1.Crumb rubber ( karet lemah )
2.Sheet / RSS
3.Letak pekat
4.Thin pole crepe
5.Brown crepe

Kelompok Industri Hilir

1.Ban dan produk terkait serba ban dalam
2.Barang jadi karet untuk keperluan industri
3.Barang karet untuk keperluan
4.Alas kaki dan komponennya
5.Barang jadi karet untuk penggunaan umum
6.Alat kesehatan dan Laboratorium
Produksi Bahan Karet dari masa ke masa


Pada masa lampau :
1.Pembuatan ribbed
2.Smoked sheet (RSS)
3.Pembakaran kapur, dan kayu baker.

Perkembangan Teknologi :
Malaysia, papan, papan partikel, papan serat, kertas, komponen bangunan, profil lantai, dan furnitur.
›Liberia, papan partikel
›Sri Lanka, Produksi pulp sebagai bahan dasar kertas
›India, kayu bangunan, ukiran, papan, penyekat, palet, dan boneka.


  

Sumatera Selatan, laminating board dan moulding.
Lampung, terdapat pabrik pengolahan papan partikel
›Jambi, terdapat pabrik pengolahan papan partikel, kayu lapis, MDF, dan moulding.

*) Hasil olahan kayu karet yang berwarna khas putih
kekuningan seperti kayu ramin dan prupuk umumnya
dipasarkan ke negara-negara Eropa seperti Perancis,
Belanda, Jerman dan Inggris; serta negara-negara Asia
seperti Jepang, Korea Selatan, dan Taiwan

LUAS PERKEBUNAN KARET DI INDONESIA
Berdasarkan data Direktorat Jendral Perkebunan Tahun 2002, yaitu 125.000 ha yang dapat menghasilkan 6,25 juta m3 kayu bulat, bersumber dari :

›Perkebunan rakyat (87%)
›Perkebunan besar negara (6%)
›Perkebunan besar swasta (7%)

Pengolahan Produksi Bahan Karet - Sol Luar Sepatu

Karet alam (bahan sepatu), sesudah penemuan proses vulkanisasi yang membuat karet menjadi tahan terhadap cuaca dan tidak larut dalam minyak.
 

Karet alam maupun karet sintetik & tidak dipergunakan dalam keadaan mentah karena tidak kuat dan sebagian mudah teroksidasi.
 

Karet mentah, sifatnya mengalami perubahan bentuk yang tetap bila ditarik atau ditekan dan perlu diberi penambahan bahan-bahan kimia tertentu untuk memperoleh suatu Kompon agar lebih elastis sehingga mudah dimanfaatkan.
 

Kompon karet selain karet mentah pada umumnya mengandung 8 atau lebih jenis bahan kimia karet. Setiap jenis bahan tersebut memiliki fungsi spesifik dan mempunyai pengaruh terhadap sifat, karakteristik pengolahan dan harga dari kompon karetnya, bahan kimia tersebut adalah:


  1. Bahan Pemvulkanisasi, adalah bahan kimia yang dapat bereaksi dengan gugus aktif pada molekul karet membentuk ikatan silang tiga dimensi. 
  2. Bahan Pencepat, untuk mempercepat reaksi vulkanisasi. 
  3. Bahan Penggiat, Adalah bahan kimia yang ditambahkan kedalam sistim vulkanisasi dengan pencepat untuk menggiatkan kerja pencepat. 
  4. Bahan Antidegradant, adalah bahan kimia yang berungsi sebagai anti ozonan dan anti oksidan, yang melindungi barang jadi karet dari pengusangan dan meningkatkan usia penggunaanya. 
  5. Bahan Pengisi, Bahan pengisi ditambahkan kedalam kompon karet dalam jumlah yang cukup besar dengan tujuan untuk meningkatkan sifat fisik, memperbaiki karakteristik pengolahan tertentu dan menekan biaya.

Obat Generik di Indonesia

Melihat dari persepsi sebagian besar masyarakat saat ini, yang mengatakan bahwa obat generik adalah  obat-obat yang kurang berkualitas,  karna obat-obatan ini sebagian besar terdapat  di Puskesmas dimana pasien kebanyakan dari masyarakat yang kurang mampu. Padahal kalau dibandingkan dengan obat paten kandungan kimia dan khasiatnya sama saja, tidak ada perbedaan. Perbedaan yang pasti terjadi adalah pada harga. Dimana harga obat generik jauh lebih murah dibandingkan obat paten.

Obat paten adalah obat yang memiliki nama dagang milik produsen yang memproduksi obat tersebut.  Sedangkan obat generik adalah obat yang telah habis masa patennya, sehingga dapat diproduksi oleh semua perusahaan farmasi tanpa perlu membayar royalti. Inilah yang membuat obat generik lebih murah. Akibat dari persepsi buruk  masyarakat terhadap obat generik yaitu menurunkan produksi obat generik di Indonesia, karna dinilai kurang membawa keuntungan, dilihat dari sedikitnya jumlah permintaan oleh masyarakat.

Direktur Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan, Kementerian Kesehatan, Sri Indrawaty dalam seminar internasional Akses terhadap Obat dan Dampaknya terhadap Kebijakan Obat Nasional di Jakarta, Senin (3/10), mengatakan, penggunaan obat generik di Indonesia hanya sekitar 11 persen dari konsumsi obat nasional. Padahal dinegara lain penggunaannya sudah mencapai 50 persen. Disini terlihat perbedaannya, karna di negara lain produksi obat generik didukung oleh pemerintah dalam hal produksi ataupun pemasarannya, didukung pula dengan kesadaran dokter yang memeriksa dan memberikan resep kepada pasiennya.

Mungkin inilah penyebab persepsi buruk masyarakat di Indonesia, terutama pada obat generik yang diberikan oleh Puskesmas. Padahal tujuan Pemerintah pada obat generik ini agar masyarakat bisa mendapatkan obat yang berkualitas dengan harga yang terjangkau. Dan tidak dipasarkannya obat generik ini adalah agar produsen tetap bisa mendapatkan keuntungan dari produksinya. Tapi seiring berjalannya waktu, produsen menginginkan terdapatnya logo pada obat produksi mereka. Dengan catatan agar harga yang dipasarkan tetap dikontrol oleh Pemerintah, maka pemberian logo ini diperbolehkan. Industri obat generik dibedakan menjadi 2 jenis yaitu ;

1.       Obat generik bermerek dagang, yaitu obat yang diberi merek dagang oleh perusahaan farmasi yang memproduksinya.
2.       Obat generik berlogo, dipasarkan dengan tampilan produk mencantumkan merek kandungan zat aktifnya dan juga logo perusahaan. Misalnya, oleh pabrik ”A” diberi merek ”inemicillin”, sedangkan pabrik ”B” memberi nama ”gatoticilin” dan seterusnya, sesuai keinginan pabrik obat. Dari berbagai merek tersebut, bahannya sama: amoxicillin.
Saat ini, Perusahaan obat dalam negeri lebih banyak memproduksi obat generik dari obat yang telah habis masa patennya, kemudian diberi merek dagang. Kalangan perusahaan farmasi lokal cenderung memposisikan produk semacam ini sebagai “obat paten” (mungkin karena mereknya didaftarkan di kantor paten), walau sebenarnya lebih tepat disebut sebagai “branded generic”, alias obat generik bermerek itu tadi.

Halaman